Nilai Brand Awareness

4:55:00 AM


Nilai Brand Awareness
            Menurut Aaker (1996:93), brand awareness dapat menciptakan suatu nilai melalui empat (4) cara yaitu :
1.      Anchor to with other association can be attached (jangkar tempat contelan asosiasi-asosiasi lain)
Suatu produk atau jasa layanan baru sudah pasti diarahkan untuk mendapatkan pengenalan. Lebih lanjut, pengetahuan mengenai berbagai dan manfaat dari produk adalah sulit tanpa pengenalan dahulu. Dengan tingkat pengenalan yang mapan, tugas selanjutnya tinggal mencantumkan suatu asosiasi baru, seperti suatu atribut produk.
2.      Familiarity/Liking (familiaritas atau rasa suka)
Maksudnya pengakuan terhadap suatu merk dapat membuat kesan yang akrab dengan merk tersebut dan berbagai persepsi mengenai merk yang berorintasi dengan brand awareness bias menimbulkan pengaruh yang besar bagi konsumen dalam membeli.
3.      Substansi/Commitmen (substansi atau komitmen)
Maksudnya kesdaran akan merk dapat menandakan keberadaan, komitmen dan inti yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Jika kualitas dua merk sama, brand awareness akan menjadi factor yang menentukan dalam keputusan pembelian konsumen.
4.      Brand to Consider (mempertimbangkan merk-merk)
Maksudnya sebelum melakukan pembelian biasanya mereka diseleksi dahulu dari suatu kelompok merk-merk yang dikenal untuk mempertimbangkan merk mana yang akan diputuskan dibeli. Merk yang memiliki Top of Mind yang tinggi mempunyai nilai yang tinggi. Jika suatu merk tidak tersimpan dalam ingatan, merk tersebut tidak dipertimbangkan dibenak konsumen. Biasanya merk-merk yang disimpan dalam ingatan konsumen adalah merk yang disukai atau merk yang dibenci.

Pengertian Merk

3:43:00 AM



Merk mempunyai makna yang lebih luas ketimbang produk yang terus menerus bias diperbaharui dan digantikan hampir semua aspek demi mempertahankan relevansi merk dipasar. Merk berkaitan dengan cara konsumen merasakan dalam membeli barang-barang. Sebuah merk haruslah terdiri dari unsure fisik yang unggul, rasional dan daya tarik emosional serta berkepribadian jelas yang akan memberikan keuntungan nilai-nilai tersendiri bagi konsumen.
Merk adalah salah satu atribut yang penting dari sebuahproduk yang penggunaannya saat ini sudah sangat meluas. Sebuah merk yang sudah sukses di pasar harus mampu memberikan konsumen presepsi kualitas yang unggul. Hal tersebut haruslah dikelola secara konsisten dalam jangka waktu panjang agar suatu posisi atau kepribadian merk tersebut dapat terbangun.
Menurut Djaslim Saladin (2004:127) mendefinisikan merk sebagai berikut :
“Merk adalah nama, istilah, tanda, symbol atau rancangan atau kombinasi hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing.”

Sedangkan menurut Stanton dalam Y. Lamarto (1996:35) mendefinisikan merk sebagai berikut :
“Merk adalah suatu produk yang tidak saja hanya berati nama dari produk tersebut, tetapi juga mencakup bentuk, desain, warna, logo yang dikombinasikansehingga membentuk suatu merk yang dapat menjadi tanda pengenal dari suatu produk.”

Berdasarkan berbagai pendapat tentang pengertian merk diatas penulis menyimpulkan bahwa merk merupakan suatu konsep mengenai nama, istilah, symbol, rancangan atau kombinasi yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa serta untuk membedakannya dari produk pesaing lainnya sehingga akan timbul persepsi daro konsumen mengenai produk yang ditawarkan.
Beberapa istilah yang berhubungan dengan brand atau merk menurut Kotler dalam Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli (1997:70) sebagai berikut :
·         Nama Merk yaitu bagian dari merk yang dapat diucapkan.
·         Tanda merk yaitu bagian dari merk yang dapat dikenali tetapi dapat diucapkan sperti symbol, desain, penggunaan warna khusus atau huruf tertentu.
·         Merk dagang yaitu bagian darimerk yang diberi perlindungan hukum karena memiliki kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa. Tanda dagang ini melindungihak eksklusif penjual untuk menggunakan nama merk atau tanda merk.
·         Hak cipta yaitu hak eksklusif hukum untuk memproduksi kembali, menjual hasil karya tulis, karya musik dan karya seni.
Menurut Stanton dalam Y. Lumanto (1996:20) mengemukakan manfaat merk baik untuk konsumen maupun penjual atau produsen sebagai berikut :
a.   Bagi Konsumen
1.      Merk mempermudah konsumen mengidentifikasi dan mempersepsikan produk atau jasa.
2.      Merk bias membuat pembeli atau konsumen yakin akan memperoleh kualitas barang yang sama jika mereka membeli ulang.

b.   Bagi Penjual
1.      Merk mendorong penjual mengendalikan pasar mereka karena pembeli tidaj mau dibingungkan oleh produk yang satu dengan produk yang lainnya.
2.      Merk dapat menambah ukuran prestise untuk dibedakan dari komoditi biasa lainnya.
3.      merk dapat membantu penjual untuk membandingkan harga dua macam barang dengan merk yang berbeda.
4.      merk dapat membantu menbangun citra perusahaan.

Menurut Kotler dalam Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli (1997:70), sebuah merk harus memliki ciri-ciri yang baik, yaitu :
      1.   Merk harus menyatakan sesuatu tentang manfaat produk.
Maksudnya pemasar harus mengetahui kegunaan produk yang diingat konsumen melaui merk.
2.   Merk harus mengidentifikasi suatu produk
      Maksudnya merk dapat menyatakan cirri dan kualitas suatu produk.
3.   Merk harus mudah diucapkan, dikenal dan diingat
            Maksudnya merk yang dibuat hendaknya sederhana, pendek dan hanya terdiri dari nama satu suku kata.
4.   Merk harus berbeda, khas dan unik
      Maksudnya merk dibuat harus berbeda, khas dan unik dengan merk lainnya walaupun produk yang dihasilkan sama pada perusahaan yang sama.

Pengertian Bauran Penjualan Eceran

2:08:00 AM

            Pedagang eceran adalah segala bentuk usaha yang menjual barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk digunakan sendiri dan volume penjualan utama dihasilkan dari penjualan eceran.
Menurut Levy dan Weitz (2007:21) bauran penjualan eceran bahwa :
“The retailing mix is is the decision variables retailers use to satisfy customer needs and influence their purchase decisions”. 
Bauran penjualan eceran merupakan kombinasi dari faktor retail  yang terdiri dari pelayanan konsumen, disain dan display toko, komunikasi, lokasi, penyedian barang, Harga.
Bauran penjualan eceran menurut Dunne, Lusch and Gable (1995:55) bahwa :
“Bauran penjualan eceran adalah kombinasi dan variasi barang yang digunakan untuk memuaskan pasar sasaran, harga, lokasi, promosi, display, service pelanggan, dan karyawan”.
            Dalam aktivitas usahanya, pedagang eceran melaksanakan bauran penjualan eceran yang menurut Davidson, Sweeny and Stamft (1988 : 66)
“Bauran pemasaran untuk usaha penjualan eceran biasa disebut Retailing Mix (bauran penjualan eceran) yang terdiri dari fasilitas fisik, penyediaan barang, harga, promosi, pelayanan, organisasi dan personil”.
Pendapat lain mengenai bauran penjualan eceran diungkapakan oleh Barry Berman dan Joel R. Evans (2001:145) bahwa :
“A retailer may be classified by its strategy mix. This mix is a firm’s particular combination of these factors : store location, operating produceres, goods/service offered, pricing tactics, store atmosphere and customer services, and promotional methods”.

“Strategi retailing adalah kombinasi faktor-faktor lokasi toko, prosedur operasi toko, jenis barang dan jasa yang ditawarkan, penetapan harga, atmosfer dan pelayanan konsumen, metode promosi yang ditawarkan”.
            Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa bauran penjualan eceran merupakan upaya memperoleh respon konsumen internal bahwa bauran penjualan eceran mengenai organisasi pemasaran terhadap pasar yang dilayani dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Respon tersebut dapat dilakukan melalui unsur-unsur bauran penjualan yang dapat dikontrol perusahaan.

Meraih Brand Awareness

4:08:00 AM


Meraih Brand Awareness
Menurut Aaker (1996:106) untuk meraih kesadaran atau awareness baik dalam tingakat pengenalan maupun dalam ingatan kembali terhadap suatu merk dapat diperoleh melaui beberapa pendekatan sebagai berikut :
1.      Memorable
Pesan yang disampaikan untuk menumbuhkan awareness, sebaiknya menghasilkan alas an untuk diperhatikan dan tidak mudah untuk dilupakan. Ada banyak kumpulna pesan yang dikomunikasikan tetapi hany ada satu kunci secara sederhana membedakan produk perusahaan dengan produk lainnya atau sesuatu hal yang tidak biasa dan tidak dilupakan.
2.      Slogan or Jingle (slogan atau semboyan)
Dalam menumbuhkan suatu awareness konsumen, merk bias dijadikan sebuah slogan atau jingle bagi suatu produk, sehingga konsumen dapat mengetahuinya atau mengenalnya, misalnya rokok A Mild dengan slogan ”Bukan Basa Basi”
3.      Sponsor atau Event
Untuk menumbuhkan suatu kesadaran atau awareness konsumen terhadap suatu merk produk, perusahaan membuat suatu symbol yang berhubungan dengan merk tersebut, misalnya mobil operasional Sampoerna dengan simbol A playing dikiri kanan mobil.
4.      Special and Remember (khas dan mudah)
Dalam menumbuhkan suatu awareness konsumen terhadap suatu merk, maka merk tersebut dibuat berbeda atau khas dan mudah diingat oleh konsumen
5.      Publicity atau publisitas
Dalam menumbuhkan awareness komsumen terhadap suatu produk, perusahaan mengadakan suatu kegiatan berupa promosi yang berhubungan dengan merk, sehingga konsumen akan mengetahui merk yang ditawarkan tersebut. Publisitas tersebut juga bias membangun minat konsumen untuk membeli suatu merk produk, serta dapat membantu memposisikan kembali produk yang mapan, misalnya dengan mengadakan promosi-promosi baik iklan, promosi penjualan dan personal selling.
6.      Brand to Expanation (perluasan akan merk)
Dalam menumbuhkan awareness konsumen terhadap suatu merk, perluasan nama merk dapat dipakai agar merk semakin banyak diingat pelanggan, misalnya berbagai jenis merk mobil baru yang dikeluarkan oleh Toyota.

Bauran Komunikasi (Comunication mix)

4:01:00 AM


Bauran Komunikasi (Comunication mix)
            Menurut Levy dan Weitz (2007:427) bahwa :
            “Langkah selanjutnya dalam proses pembuatan keputusan manajemen eceran adalah mengimplementasikan program konunikasi untuk membangun brand images dan menarik konsumen untuk mengunjungi toko, serta memberikan dukungan kepada para konsumen untuk melakukan pembelian barang dagangan”.

            Program komunikasi menginformasikan kepada konsumen tentang penjual eceran mengenai barang dagangan yang ditawarkan dan memegang peranan penting dalam rangka untuk meningkatkan kunjungan yang berkelanjutan dan kesetiaan konsumen.
            Metode komunikasi dengan konsumen menurut Levy dan Weitz (2007:432) sebagai berikut :
a.   Komunikasi non personal
      1.   Periklanan
Suatu bentuk komunikasi kepada konsumen dengan menggunakan media massa seperti koran, tv, radio, email, ninternet.
      2.   Promosi penjualan
Menawarkan nilai lebih dan intensif kepada konsumen untuk mengunjungi toko atau membeli barang dagangan selama suatu periode tertentu.
b . Komunikasi personal
            Penjualan eceran kepada individu adalah cara yang sangat dasar untuk menyediakan komunikasi personal kepada konsumen. Personal selling adalah sebuah proses komunikasi dimana pelaku penjualan atau toko membantu konsumen untuk memuaskan kebutuhan mereka melalui pertukaran informasi secara tatap muka.
            Menurut Basu Swastha (2000:237) bahwa “Promosi adalah arus komunikasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dan pemasaran”.
            Dengan kata lain promosi merupakan komponen yang digunakan untuk memberi informasi kepada pasar dan mempersuasinya untuk membeli produk yang dihasilkan perusahaan. Definisi tersebut menjelaskan bahwa promosi merupakan alat yang mampu mencapai konsumen dan promosi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dan bidang kegiatan seperti periklanan, penjualan perorangan, promosi penjualan dan publisitas.
Powered by Blogger.