Pengertian Promosi

10:07:00 AM


  Pengertian Promosi
Promosi adalah segala aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan dan membujuk pasar konsumen bagi produk perusahaan. Promosi merupakan kegiatan penting para perusahaan. Suatu perusahaan tidak akan berguna selama produk tersebut tidak sampai pada konsumen yang membutuhkan. Dengan adanya promosi maka konsumen akan mengetahui adanya suatu produk baru akan keluar kepasaran.
Dalam kegiatan perusahaan, kadang istilah promosi digunakan secara sinonim dengan istilah penjualan. Meskipun yang dimaksud adalah promosi yang sebenarnya. Istilah penjualan itu meliputi kegiatan pemindahan barang atau serta penggunaan saja, adapun pengertian promosi dapat kita lihat dari beberapa pendapat para ahli, diantaranya :
Rossiter and Percy (1998:3) mengemukakan pengertian promosi sebagai berikut :
“Promotion are often regarded as a more direct form of persuasion, based frequently on external incentives rather than inherent product benefit, designed to stimulate immediate purchase and to “move sales forward” more rapidly than would otherwise occur”


Pengertian promosi menurut William J. Stanton dikutip oleh Djaslim Saladin (2004:171) adalah sebagai berikut :
“Promosi adalah salah satu unsur dalam bauran pemasaran perusahaan yang didayagunakan untuk memberitahukan, membujuk, dan mengingatkan tentang produk perusahaan”
Promosi menurut William Schoell dalam Buchari Alma (2004:179)
“Promosi ialah usaha yang dilakukan oleh marketer, berkomunikasi dengan calon audiens. Komunikasi adalah suatu proses membangun ide, informasi atau perasaan audiens”
Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa promosi merupakan kegiatan komunikasi untuk menyebarkan informasi yang bersifat mempengaruhi, membujuk dan menarik konsumen.

Kesulitan dalam Pengendalian Biaya Pemasaran

4:51:00 AM


Kesulitan dalam Pengendalian Biaya Pemasaran
Pada umumnya pengendalian biaya pemasaran lebih sulit dan kompleks dibandingkan dengan pengendalian biaya produksi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
1.      Kegiatan yang dilaksanakan
Kegiatan pemasaran lebih bervariasi dibandingkan dengan kegiatan produksi. Dalam kegiatan produksi, umumnya menggunakan mesin dan bahan baku yang sama serta jumlah yang dihasilkan juga kurang lebih sama dalam suatu periode tertentu. Sedangkan kegiatan pemasaran dapat bervariasi dan berubah dari waktu ke waktu walaupun perusahaan itu sejenis, contohnya kegiatan distribusi.
2.      Fleksibilitas biaya pemasaran lebih mudah terpengaruh dibandingkan dengan fleksibilitas biaya produksi.
3.      Tingkat variabilitas biaya
Dasar kapasitas untuk menentukan tingkat variabilitas biaya pemasaran umumnya lebih kompleks dibandingkan dengan dasar kapasitas yang menentukan tingkat variabilitas biaya produksi. Variabilitas biaya pemasaran lebih banyak dipengaruhi oleh macam-macam fungsi kegiatan pemasaran sedangkan variabilitas biaya produksi sangat dipengaruhi oleh kegiatan produksi
4.      Pengukuran prestasi
Kegiatan produksi lebih mudah diukur prestasinya, yaitu dengan melihat penekanan biaya produksi per unit serendah mungkin dengan tetap mempertahankan kualitas produk. Kegiatan pemasaran lebih sulit diukur prestasinya, yaitu bagaimana menaikkan penjualan dengant tetap memperhatikan efisiensi dan efektivitas.
5.      Sebab akibat
Kegiatan produksi lebih mudah diketahui hubungan sebab akibatnya, misalnya kenaikan jumlah produksi mengakibatkan naiknya biaya produksi. Akan tetapi pada kegiatan pemasaran sulit diketahui adanya hubungan sebab akibat. Hali ini disebabkan karena sering timbul selisih waktu antara sebab dan akibatnya, serta sulitnya sebab akibat tersebut dihubungkan. Contoh : adanya kenaikan biaya advertising dan promosi pada periode tertentu, seringkali baru mengakibatkan kenaikan penjualan pada periode berikutnya, dan sulit ditentukan apakah kenaikan biaya promosi tersebut merupakan satu-satunya faktor yang menyebabkan kenaikan penjualan.
Powered by Blogger.