Pengertian Pemasaran

9:57:00 AM

          Kegiatan pemasaran sering disalah artikan dengan kegiatan penjualan dan promosi. Sebenarnya pemasaran bukan hanya sekedar melakukan kegiatan penjualan dan promosi saja. Penjualan dan promosi hanya merupakan salah satu dari beberapa fungsi pemasaran. Fungsi pemasaran yang sesungguhnya adalah mengidentifikasikan kebutuhan konsumen, mengembangkan produk yang tepat, menetapkan harga, melaksanakan distribusi dan promosi yang efektif. Pemasaran merupakan rangkaian aktivitas dan proses sosial.


Agar dapat memberikan gambaran yang

Pengertian Pemasaran

5:15:00 AM

Setiap manusia mempunyai kebutuhan dalam hidupnya. Manusia dapat memenuhi keinginan dan kebutuhannya itu melalui 4 (empat) cara, yaitu : memproduksi sendiri (self-production), memperoleh dengan paksa (coercion), meminta-minta (supplication), dan melalui pertukaran (exchange).


Pemasaran erat hubungannya dengan pemenuhan keinginan dan kebutuhan manusia melalui proses pertukaran karena pertukaran merupakan inti dari Disiplin Ilmu Pemasaran. Pengertian pemasaran yang dikemukakan oleh para ahli dengan berbagai cara, pada dasarnya mempunyai arti yang sama.


 E. Jerome McCarthy dan William D. Perreault, JR. mendefinisikan pemasaran yang terbagi dalam pemasaran mikro dan makro (1993:8-9) sebagai berikut:

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

9:41:00 AM

manajemen sumber daya manusia adalah :
“The purpose of human resources management is to improve the productive contribution of the people to the organization in ways that are strategically, ethically, and socially responsible”.



       Ada 4 tujuan umum Manajemen Sumber Daya Manusia :
1.      Societal Objective



Ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada disekeliling organisasi dengan meminimalisir dampak-dampak negatif yang ada terhadap organisasi. Pemenuhan tujuan ini harus dilakukan secara etis dan dapat dipertanggungjawabkan secara sosial. Salah satu cara ialah dengan penggunaan sumber daya yang dimiliki organisasi untuk keperluan masyarakat juga, dan bukan hanya untuk keperluan organisasi saja.



2.    Organizational Objective



Yaitu menyadari bahwa manajemen sumber daya manusia itu ada untuk memberikan kontribusi terhadap keefektifan organisasi. Manajemen sumber daya manusia adalah salah satu alat atau sarana untuk menolong organisasi untuk mencapai tujuan utamanya. Kepentingan organisasi secara keseluruhan diperhatikan dalam Organizational Objective ini.



3.    Functional  Objective



Yaitu memelihara kontribusi departemen sumber daya manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.



4.    Personal Objective

      Masing-masing individu dalam organisasi juga mempunyai tujuan pribadi yang harus    dicapai, departemen sumber daya manusia membantu karyawan dalam mencapai tujuan personalnya. Dipenuhi atau tidaknya tujuan pribadi ini mempengaruhi kontribusi individu terhadap organisasi. Personal Objective harus tercapai jika perusahaan ingin mempertahankan karyawannya.

Cakupan Fungsi Manajemen

9:36:00 AM


          Manajemen untuk organisasi apapun atau bidang apapun, pada dasarnya memiliki cakupan fungsi sebagai berikut : perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penempatan (staffing), pengarahan (directing) dan pengawasan (controlling).
   

             Perencanaan (Planning)
             Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan rencana. Hasil dari perencanaan adalah rencana. Perencanaan (planning) merupakan fungsi dasar manajemen, karena fungsi manajemen yang lain seperti pengorganisasian, penempatan, pengarahan dan pengawasan pun harus terlebih dahulu direncanakan.

             Pengorganisasian (Organizing)
Organizing berasal dari kata organize yang berarti menciptakan struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga hubungannya satu sama lain terikat oleh hubungan terhadap keseluruhannya. Pengorganisasian dapat diartikan penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokkan tugas-tugas dan membagi-bagikan pekerjaan kepada setiap karyawan, penetapan departemen-departemen (subsistem) serta penentuan hubungan-hubungan. 
 Penempatan (Staffing)

Penempatan (staffing) adalah pengisian jabatan untuk posisi-posisi tertentu yang memiliki tugas dan tanggung jawab tertentu. Pengisian jabatan ini dilakukan berdasar asas “penempatan orang-orang yang tepat pada tempat yang tepat dan penempatan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat atau the right man in the right place and the right man in the right job”.
            Pengarahan (Directing)
Pengarahan (directing) yang sering juga disebut penggerakkan adalah fungsi manajemen yang terpenting dan paling dominan dalam proses manajemen. Fungsi ini baru dapat diterapkan setelah perencanaan, pengorganisasian dan penempatan karyawan dilakukan. Pengarahan bagaikan kunci starter bagi mobil, jika kunci starter ini belum dijalankan sebagaimana meskinya maka mobil tidak akan berjalan. Begitu juga dengan proses manajemen. Pengarahan merupakan upaya untuk membuat semua anggota kelompok/bagian agar mau bekerja sama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian.
             Pengendalian (Controlling)  
Pengendalian adalah proses pengaturan berbagai faktor dalam suatu perusahaan, agar pelaksanaan sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana. Pengendalian merupakan fungsi yang sangat penting dalam menentukan pelaksanaan proses manajemen, oleh karenanya fungsi ini dilakukan sebelum, pada saat, dan setelah proses manajemen hingga diketahui hasil akhirnya

Keunggulan dan Kelemahan Aktivitas Merger dan Akuisisi.

9:14:00 AM
        Alasan mengapa perusahaan melakukan merger adalah ada “manfaat
lebih” yang diperoleh darinya, meskipun asumsi ini tidak semuanya
terbukti. Secara spesifik, keunggulan dan manfaat merger dan akuisisi
antara lain adalah:
1) Mendapatkan cashflow dengan cepat karena produk dan pasar sudah
     jelas.
2) Memperoleh kemudahan dana/pembiayaan karena kredititor lebih
    percaya dengan perusahaan yang telah berdiri dan mapan.
3) Memperoleh karyawan yang telah berpengalaman.
4) Mendapatkan pelanggan yang telah mapan tanpa harus merintis dari
     awal.
5) Memperoleh sistem operasional dan administratif yang mapan.

pengertian Waran

5:12:00 AM
Waran merupakan hak untuk membeli saham biasa pada waktu dan harga yang sudah ditentukan (Husnan, 2001). Biasanya waran ini diperjualbelikan kepada pemodal bersama dengan surat berharga lainnya. Saham maupun waran yang dibeli pemodal dapat diperjualbelikan secara terpisah. Tujuan diterbitkannya waran adalah agar pemodal tertarik untuk membeli obligasi maupun saham yang diterbitkan oleh perusahaan.

pengertian Sertifikat Right

5:11:00 AM

Sertifikat Right merupakan surat berharga yang memberikan hak bagi pemodal untuk membeli saham baru yang dikeluarkan perusahaan, di mana Right merupakan suatu produk derivatif atau merupakan turunan dari sebuah saham. Sertifikat Right ini biasanya diberikan kepada pemegang saham lama sewaktu dilakukan penawaran umum. Adapun keuntungan dari sertifikat ini adalah pemodal memperoleh kesempatan atau bagian dalam pembelian suatu saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan melakukan Right Issue.

Motif Melakukan Merger dan Akuisisi

9:54:00 AM
Pada prinsipnya terdapat dua motif yang mendorong sebuah perusahaan melakukan merger dan akuisisi yaitu motif ekonomi dan motif non-ekonomi. Motif ekonomi berkaitan dengan esensi tujuan perusahaan yaitu meningkatkan nilai perusahaan atau memaksimumkan kemakmuran
pemegang saham. Di sisi lain, motif non ekonomi adalah motif yang bukan didasarkan pada esensi tujuan perusahaan tersebut, tetapi didasarkan pada keinginan subyektif atau ambisi pribadi pemilik atau manajemen perusahaan
1) Motif ekonomi.
Esensi tujuan perusahaan dalam perspektif manajemen keuangan adalah seberapa besar perusahaan mampu menciptakan nilai (value creation) bagi perusahaan dan bagi pemegang saham. Merger dan
akuisisi memiliki motif ekonomi yang tujuan jangka panjangnya adalah untuk mencapai peningkatan nilai tersebut. Oleh karena itu seluruh aktivitas dan pengambilan keputusan harus diarahkan untuk
mencapai tujuan ini
2) Motif strategis juga termasuk motif ekonomi ketika aktivitas merger
dan akuisisi dilakukan untuk mencapai posisi strategis perusahaan agar memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Biasanya perusahaan melakukan merger dan akuisisi untuk mendapatkan
economies of scale dan economies of scopeMotif sinergi. Salah satu motivasi atau alasan utama perusahaan melakukan merger dan akuisisi adalah menciptakan sinergi. Sinergi merupakan nilai
keseluruhan perusahaan setelah merger dan akuisisi yang lebih besar daripada penjumlahan nilai masing-masing perusahaan sebelum merger dan akuisisi. Sinergi dihasilkan melalui kombinasi aktivitas secara simultan dari kekuatan atau lebih elemen-elemen perusahaan yang bergabung sedemikian rupa sehingga gabungan aktivitas tersebut menghasilkan efek yang lebih besar dibandingkan dengan penjumlahan aktivitas-aktivitas perusahaan jika mereka bekerja sendiri.
Pengaruh sinergi bisa timbul dari empat sumber (1) Penghematan operasi, yang dihasilkan dari skala ekonomis dalam manajemen, pemasaran, produksi atau distribusi; (2) Penghematan keuangan, yang
meliputi biaya transaksi yang lebih rendah dan evaluasi yang lebih baik oleh para analisis sekuritas; (3) Perbedaan efisiensi, yang berarti bahwa manajemen salah satu perusahaan, lebih efisien dan aktiva perusahaan yang lemah akan lebih produktif setelah merger dan (4) Peningkatan penguasaaan pasar akibat berkurangnya persaingan

Pengertian Merger dan Akuisisi

9:53:00 AM
Merger merupakan salah satu strategi yang diambil perusahaan untuk mengembangkan dan menumbuhkan perusahaan. Merger berasal dari kata “mergere” (Latin) yang artinya (1) bergabung bersama, menyatu, berkombinasi (2) menyebabkan hilangnya identitas karena terserap atau
tertelan sesuatu. Merger didefinisikan sebagai penggabungan dua atau perusahaan yang kemudian hanya ada satu perusahaan yang tetap hidup sebagai badan hukum, sementara yang lainnya menghentikan aktivitasnya atau bubar. Sementara akuisisi berasal dari kata acquisitio (Latin) dan
acquisition (Inggris), makna harfiah akuisisi adalah membeli atau mendapatkan sesuatu/obyek untuk ditambahkan pada sesuatu/obyek yang telah dimiliki sebelumnya. Akuisisi dalam teminologi bisnis
diartikan sebagai pengambilalihan kepemilikan atau pengendalian atas saham atau aset suatu perusahaan oleh perusaahaan lain, dan dalam peristiwa baik perusahaan pengambilalih atau yang diambil alih tetap eksis sebagai badan hukum yang terpisah

Pengertian kebijakan deviden.

9:57:00 AM

Pengertian kebijakan deviden.
Kebijakan deviden merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Kebijakan deviden (devidend policy ) merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk deviden atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang. Rasio pembayaran deviden (deviden payout rotio ) menentukan jumlah laba dibagi dalam bentuk deviden kas dan laba yang ditahan sebagai sumber pendanaan.Rasio ini mennunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa perusahaan berupa deviden kas. Apabila laba perusahaan yang ditahan dalam jumlah besar, berarti laba yang akan dibayarkan sebagai deviden menjadi lebih kecil. Dengan demikian aspek penting dari kebijakan deviden adalah menetukan alokasi laba yang sesuai diantara pembayaran laba sebagai deviden dengan laba yang ditahan perusahaan.

pengertian Obligasi

9:11:00 AM

a. Obligasi Biasa (Bond)
Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi dana (pemodal) dengan yang diberi dana (perusahaan). Menurut (Husnan, 2001) obligasi merupakan surat tanda hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan ataupun pemerintah. Dalam obligasi, penerbit harus membayar bunga atas obligasi yang diterbitkan pada tanggal yang telah ditentukan secara periodik dan pada akhirnya menebus nilai hutang tersebut pada saat jatuh tempo dengan mengembalikan sejumlah pokok pinjaman ditambah dengan bunga. Keuntungan yang dapat diperoleh adalah Fixed Income Securities atau surat berharga yang memberikan pendapatan yang tetap dan Capital Gain.
b. Obligasi Konversi (Convertible Bond)
Obligasi konversi secara umum tidak berbeda dengan obligasi biasa yaitu : memberikan kupon tetap, memiliki waktu jatuh tempo dan memiliki nilai pari.Akan tetapi obligasi konversi ini sedikit memiliki keunggulan, yaitu dapat ditukar dengan saham biasa

pengertian Saham

5:06:00 AM
Saham merupakan suatu hak kepemilikan dari perusahaan yang diperjual belikan. Adapun saham dibagi menjadi dua yaitu saham biasa dan saham preferen.
a. Saham Biasa
Apabila perusahaan hanya mengeluarkan satu jenis saham saja, saham ini biasanya dalam bentuk saham biasa (common stock).
Pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan yang mewakili kepada manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan (Jogiyanto, 2000). Saham ini memiliki dua hak yaitu hak kontrol yaitu hak pemegang saham biasa untuk memilih pimpinan perusahaan, hak menerima pembagian keuntungan perusahaan dan Hak Preemtive yaitu hak untuk mendapatkan persentasi kepimilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham untuk tujuan melindungi hak kontrol dari pemegang saham lama dan melindungi harg

Pengertian Kredit

9:47:00 AM

kata kredit berasal dari kata Yunani “Credere” yang berarti kepercayaan atau berasal dari bahasa Latin “Creditum” yang berarti kepercayaan akan kebenaran. Pengertian tersebut kemudian dibakukan oleh pemerintah dengan dikeluarkan Undang-Undang Pokok Perbankan No. 14 Tahun 1967 bab 1 pasal 1,2 yang merumuskan pengertian kredit sebagai berikut : “Kredit adalah penyediaan uang atau yang disamakan dengan itu berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara bank dengan lain pihak peminjam berkewajiban melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga yang telah ditentukan”
4.1.2 Unsur-Unsur Kredit
Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut :
1. Kepercayaan
Yaitu suatu keyakinan pemberi kredit yang diberikan (berupa uang, barang, jasa) akan benar-benar diterima kembali dimasa tertentu dimasa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh bank, dimana sebelumnya sudah dilakukan penelitian penyelidikan tentang nasabah bank baik secara intern maupun secara ekstern. Penelitian dan penyelidikan tentang kondisi masa lalu dan sekarang terhadap nasabah pemohon kredit ;
2. Kesepakatan
Disamping unsur percaya didalam kredit juga mengandung unsur kesepakatan antara pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kepercayaan itu dituang dalam suatu perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajiban masing-masing ;
3. Jangka Waktu
Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengambilan kredit yang jelas disepakati. Jangka waktu tersebut bisa berbentuk jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang ;
4. Risiko
Adanya suatu tenggang waktu pengembalian menyebabkan suatu resiko tidak tertagihnya/macet pemberian kredit. Semakin panjang suatu kredit semakin besar resikonya, demikian juga sebaliknya. Resiko ini menjadi tanggungan bank, baik resiko yang disengaja
oleh nasabah yang lalai maupun oleh resiko yang tidak sengaja, misalnya terjadi bencana alam atau bangkrutnya usaha nasabah tanpa ada unsur kesengajaan ;
5. Balas Jasa
Merupakan keuntungan atas pemberian kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga. Balas jasa dalam bentuk bunga dan administrasi ini merupakan keuntungan bank. Sedangkan bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasa ditentukan dengan bagi hasil

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Deviden.

10:38:00 AM
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Deviden.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan deviden suatu perusahaan
1. Posisi likuiditas perusahaan.
Posisi kas atau likuiditas suatu perusahaan merupakan yang penting yang harus di pertimbangkan sebelum keputusan untuk menetapkan besarnya deviden yang akan dibayarkan kepada pemegang saham. Deviden merupakan cash out flow, sehingga semakin kuat posisi likuiditas perusahaan berarti semakin besar kemampuan untuk membayar deviden.
2. Kebutuhan dana untuk membayar hutang.
Apabila suatu perusahaan akan memperoleh hutang baru atau menjual obligasi baru untuk membiayai perluasan perusahaan, sebelumnya harus sudah direncanakan bagaimana caranya untuk membayar kembali hutangtersebut. Hutang dapat dilunasi pada hari jatuh tempo dengan menganti hutang tersebut dengan hutang baru atau perusahaan harus menyediakan dana sendiri yang berasal dari keuntungan yang diperoleh perusahaan.
3. Tingkat pertumbuhan perusahaan.
Makin cepat tingkat pertumbuhan perusahaan suatu penelitian, makin besar kebutuhan dan untuk membiayai pertumbuhannya, perusahaan biasanya lebih senang untuk menahan labanya daripada dibayarkan kepada pemegang saham.
4. Undang –undang.
Undang-undang menentukan bahwa deviden harus dibiayai dari laba, baik laba tahun berjalan maupun laba tahun lalu yang ada dalam pos laba di tahan dalam neraca. Peraturan pemerintah

the Understanding of Career

4:26:00 AM

career reflects the development of the Organization's members individually in level position or line, which can be achieved during the period of work in the Organization concerned, so that it can be said that a career of show people in each role or their status. The employee is a member of the Organization in a company. They as befits any man, definitely wanted the various successes in his life, one of which the shape is a success in terms of his career. Career or a career in the United Kingdom, basically Language is a technical term in personnel administration.

Career can be defined as: 1. A series of promotional Office/Office of the mutations that are higher in the hierarchy level, experienced a power work in a time of dinasnya.

2. A description of the work which have clear development/pattern and systematic.

3. A history of the term of Office of a person.

4. A series of job/position ever held by a person during his tenure.
 
career in a company are characterized by the presence of: 1. The

Pengertian dan Tujuan Pembagian Deviden

5:53:00 AM

Pengertian dan Tujuan Pembagian Deviden
          Pembayaran deviden pada hakikatnya merupakan komunikasi secara tidak langsung kepada para pemegang saham tentang tingkat profitabilitas yang dicapai perusahaan. Deviden dapat menggema lebih keras dari pada kata-kata. Jadi, menurut dugaan, deviden akan digunakan investor sebagai alat penduga mengenai prestasi perusahaan di masa akan datang, deviden menyampaikan pengharapan-pengharapan manajemen mengenai masa depan (Van Horne, 1995). Dengan demikian, manajemen keuangan sebagai orang dalam yang mempunyai jalur informasi monopolistik tentang cash flow perusahaan, sebaiknya memilih untuk menciptakan isyarat komunikasi yang jelas mengenai masa depan perusahaan apabila mereka mempunyai dorongan yang tepat untuk melakukannya. Dan deviden itu sendiri adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham.
Ada tiga bentuk pembayaran deviden :
1. Deviden dalam jumlah rupiah stabil.
            Banyak perusahaan yang menjalankan pembayaran deviden yang stabil, artinya jumlah deviden per lembar yang dibayarkan setiap tahunnya relatif tetap selama jangka waktu tertentu meskipun pendapatan per lembar saham per tahunnya berfluktuasi . Dengan adanya pembayaran deviden yang stabil ini dapat memberikan kesan kepada para investor
bahwa perusahaan tersebut mempunyai prospek yang baik di masa mendatang. Dengan
Powered by Blogger.