Kegiatan Investasi.

8:55:00 AM



            Kegiatan investasi umumnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Real Investment dan Financial Investment.

 Real Investment.
            Real investment atau investasi nyata sifatnya permanen sehingga sulit untuk mengganti kepemilikan atau dengan kata lain investasi dalam real investment mempunyai tingkat likuiditas yang rendah.
Pengertian real investment adalah investasi yang dilakukan pada aktiva yang berwujud. Investasi ini dapat dilakukan pada tanah, emas, perak serta barang tidak bergerak lainnya.
Dapat kita lihat dari pengertian yang diungkapkan diatas bahwa investasi dalam real investment jelas merupakan investasi nyata yang dapat dilihat dan nampak serta bersifat permanen untuk jangka waktu tertentu dan cukup sulit untuk mengganti kepemilikan investasi ini.

Financial Investment.
            Berbeda dengan real investment, financial investment tidak bersifat permanen dan tidak bersifat nyata, dengan kata lain mudah untuk memindahkan hak kepemilikannya, sehingga investasi ini mempunyai likuiditas yang tinggi.
Pengertian Financial Investment adalah investasi yang dilakukan pada surat-surat berharga. Financial Investment dapat terjadi pada pasar uang maupun pasar modal.
 Pasar uang adalah suatu kelompok pasar di mana instrument kredit jangka pendek diperjualbelikan. Jangka waktu instrumen pasar uang biasanya jatuh temponya dalam waktu satu tahun atau kurang. Bentuk investasi dalam pasar uang dapat berupa deposito di bank, valuta asing, dan lain-lain. Sebaliknya pasar modal berkaitan dengan surat-surat berharga dalam jangka panjang seperti saham, obligasi, dan bentuk-bentuk lain yang merupakan turunan dari bentuk-bentuk yang disebut bursa efek.
            Selain itu, investasi keuangan dapat pula dibedakan menjadi investasi langsung dimana investor membeli langsung aktiva keungan dari suatu perusahaan dan investasi tidak langsung dimana investor membeli saham dari perusahaan investasi yang mempunyai portofolio aktiva-aktiva keuangan dari perusahaan-perusahaan lain.
            Pemilihan investasi baik di pasar uang maupun di pasar modal tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhi investor dalam memilih kesempatan investasinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi investor tersebut adalah:
1.      Pribadi investor,
Apakah investor tergolong orang yang suka menempuh risiko (risk seeker) ataukah orang yang kurang suka menempuh risiko (risk averter). Hal ini sangat penting, karena merupakan dasar yang utama dalam pengambilan keputusan untuk memilih investasi yang sesuai.
2.      Pajak,
Sebagai warga negara yang baik adanya ketentuan pajak yang harus dipatuhi. Dengan demikian harus dihitung pula atau perlu pertimbangan pula berapa kira-kira keuntungan yang diperoleh setelah dikurangi pajak.
3.      Likuiditas,
Likuiditas atau kelancaran menunjukkan tingkat kemudahan dalam mencairkan modal (principal). Bila sewaktu-waktu membutuhkan uang tunai dengan segera, dengan kata lain apakah pilihan investasi tersebut mudah atau sulit dicairkan.
4.      Situasi Ekonomi Internasional,
Dalam era globalisasi dan dunia perekonomian bebas saat ini, unsur ketergantungan antar negara sangatlah besar perubahan kebijakan ekonomi suatu negara dapat memberikan dampak positif dan dampak negatif terhadap negara lain. 
5.      Situasi Ekonomi Nasional Saat Ini,
Situasi ekonomi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap bidang usaha atau industri dimana objek investasi akan dipilihnya.
6.      Situasi Industri,
Apakah bidang industri tersebut sedang berkembang, mendekati titik jenuh, atau bahkan sudah jenuh. Hal ini akan berguna dalam proses pengambilan keputusan investasinya, apakah masih akan meneruskan investasinya ataukah akan berubah ke bidang industri lainnya.
7.      Sain dan Teknologi,
Perkembangan ini adalah fitrah utama manusia yang tidak pernah berhenti berpikir untuk mencari atau menemukan sesuatu. Memberikan minat dan perhatian pada perkembangan sain dan teknologi sehingga dapat bermanfaat bagi strategi dan perencanaan investasi.
8.      Siklus dan Trend,
Suatu kepercayaan bahwa dalam setiap kegiatan usaha, bahkan dalam bentuk-bentuk kehidupan manusia bekerja dalam siklus. Setiap kejadian di masa yang  lampau umumnya akan terulang kembali dalam situasi yang berbeda. Para ahli riset menyebutkan sebagai analisa teknik atau analisa daur dimana tujuan analisis ini adalah untuk meramalkan hal-hal di masa yang akan datang berdasarkan kejadian atau data masa lalu. Analisis teknik membantu memperhatikan kecenderungan atau trend ke masa depan dan dipergunakan untuk perencanaan investasi jangka panjang.

Pengertian Investasi

5:02:00 AM



Investor melakukan sejumlah investasi untuk memperoleh keuntungan. Investasi dapat dilakukan dalam berbagai cara, tergantung bagaimana investor yang memilihnya. Dengan demikian perlu kita ketahui pengertian investasi itu sendiri, menurut yang diungkapkan para ahli seperti dari Donald E. Fischer & Ronald J. Jordan mendefinisikan bahwa investasi adalah:
“ An Investment is a commitment of funds made in the expectation of some positive rate of return.”
Sedangkan menurut Eduardus Tandelilin (2001:3) yang menyatakan sebagai berikut:
“ Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan  di masa datang.”
Sedangkan menurut  James C. Van Horne (2002:6) bahwa investasi adalah:
“ Investment in capital project should provide expected returns in excess of what financial markets require.”
Sedangkan Jogiyanto (2000:5) menyatakan investasi adalah:
“ Investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama peride waktu tertentu.” 
Investasi ke dalam produksi yang efisien dapat berbentuk aktiva nyata (seperti tanah, rumah) atau berbentuk aktiva keuangan (surat-surat berharga) yang diperjualbelikan di antara investor (pemodal). Investasi merupakan pengorbanan konsumsi sekarang dengan mengharapkan tingkat pengembalian atau keuntungan di masa yang akan datang. Karena hasil yang akan diperoleh menyangkut masa yang akan datang, maka didalamnya mengandung unsur ketidakpastian yang sering disebut risiko.


Tujuan dari investasi adalah:
1.      Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan datang,
2.      Mengurangi tekanan inflasi,
3.      Dorongan untuk meghemat pajak.
Tentunya untuk mendapatkan keuntungan atau pengembalian tertentu yang dianggap optimal. Untuk mendapatkan tingkat return yang diharapkan, investor dituntut keberaniannya dalam menanggung risiko. Keberanian dalam mengantisipasi atau menanggung risiko tersebut membedakan seseorang menjadi kategori investor atau spekulator, karena sesungguhnya kedua kategori tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang harus kita ketahui seperti pada hal-hal berikut ini:
Perbedaan antara investor dan spekulator:
·         Spekulator.
Mereka adalah individu yang dapat disamakan dengan penjudi karena hampir selalu menginginkan keuntungan dengan cepat dan waktu yang singkat. Setiap melihat ada kesempatan atau peluang baik, mereka langsung mengambil tindakan meskipun menyadari bahwa adanya risiko yang tinggi yang terkandung didalamnya. Orang-orang seperti ini tidak memperhatikan aspek-aspek dasar atau aspek fundamental yang berkaitan dengan instrumen investasinya.
·         Investor.
Umumnya mereka lebih teliti dan berhati-hati daripada spekulator. Tujuan dari investasinya adalah untuk:
1.      Mempertahankan nilai investasinya,
2.      Mendapatkan penghasilan secara berkala, apakah dalam bentuk dividen atau bunga,
3.      Mengharapkan kenaikan harga atau nilai investasinya atau dengan kata lain memperoleh capital gain.
Para investor selalu berusaha untuk memperkecil risiko yang dihadapinya. Bekerja dengan perhitungan dalam mencari kesempatan untuk melakukan investasi dalam jangka menengah sampai jangka panjang dan berusaha mencari data-data atau informasi yang berkenaan dengan kinerja investasinya serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya.

Liberalisme dan sosialisme sebagai perjuangan moral

4:59:00 AM



Tinjauan historis
·         Jhon locke dan milik pribadi
            jhon locke adalaah filsuf ingggris yang banyak mendalami masalah social politik dan diakui sebagai orang yang pertama kali mendasarkan teori liberalisme tentang milik . menurutnya manusia mempunyai tiga hak kodrat yaitu life, freedom and proferty yg paling penting dari teori ini adalah kehidupan dan kebebasan kita miliki juga .
·         Adam smith dan pasar bebas
            Adam smith menjadi terkenal karena dengan gigih membela pasar bebas di bidang ekonomi dalama hal ia memerangi apa yg ia sebut merkantilisme yang menandai inggris pada waktu itu peraturan dan regulasi yang berlebihan tentang perdagangan yang banya dikeluarkan pemerintah inggris
·         Marxisme dan kritiknya atas milik pribadi
            Yang dimaksud marxisme adalah hasil pemikiran karl marx dan friedrich engels ,marxisme merupakan ajaran social-l ekonomis -politik yg sangat komplek dan tak mudak untuk disingkatkan .merka ingin memperlihatkan bahwa sistem kemasyarakatan kapitalisme mengandung kontradiksi kontradiksi internal dank arena itu akan ancur dan mau tidak mau akan digantikan oleh komunisme . dalam marxime menolak pemilikan pribadi atas capital sebab yg memiliki capital dengan sssendirinya memiliki sarana sarana produksi juga ,capital bukan kekuatan pribadi melainkan kekuatan social capital merupakan produk dari pekerjaan kolektif dan serentak juga berfungsi sebagai sarana untuk pekerjaan kolektif
Pertentangan dan perdamaian antara liberalism dan komunisme
Ø  Liberalisme
            Inti pemikiran liberalisme adalah tekananya pada kebebasan individual di bidang politik peranan Negara harus seminimal mungkin supaya diberikan kesempatan sebesar besarnya kepada kebebasan para warganya . tugas pokok Negara menurut pandangan ini sbg nightwatch state “penjaga malam” karena Negara membatasi diri pada perlindungan dan pengamanan para warganya
            Dibidang ekonomi pun liberalisme mengagungkan kebebasan pribadi dengan semboyan laissez faire “biar berjalan” mereka menolak segala campur tangan atau intervensi Negara dalam urusan ekonomi
Ø  Sosialisme
            Sosialime adalah suatu reaksi atas ketidak beresan dalam masyarakat dalam yg disebabkan oleh liberalism . sosialisme berasal dari kata latin socius yg berate teman atau kawan  sosialisme memandang manusia sebagai mahluk social atau seebagai sesame yang hidup dengan sesame lainya .masyarakat yg diatur oleh sosialisme mempunyai rasa soliditas yg tinggi . sosialisme terbagi menjadi dua yaitu
1)      Sosialisme komunistis
            Sosialime komunistis atau komunime  menolak milik pribadi menurut mereka milik harus menjadi milik bersama atau milik kolektif tetapi sebagaimana telah diketahui karl marx menolak segala bentuk milik pribadi marx beserta pengikutnya membedakan antara pemilikan barang konsumsi dan pemilikan barang sarana produksi , komunisme tidak berkeberatan dalam pemilikan secara pribadi barang barang konsumsi .
2)      Sosialisme demokratis
            Sosialisme demokratis juga menempatkan masyarakat diatas individu tetapi berbeda dengan komunisme mereka tidak bersedia mengorbankan sistem pemerintahan yg demokratis yg merka anggap sebagai sebuah perolehan modern yg sangat berharga oleh krena itu mereka ingin mewujudkan cita cita sosialistis melaluijalan demokratis , marx dan engels pernah menyerukankaum buruh sedunia bersatulah maka denga itu mereka terjun ke dunia politik dengan mendirikan partai sosialis yang tulang punggungnya serikat buruh


Kekuatan dan kelemahan
Ø  Liberalisme
            kekuatan liberalism adalah milik pribadi diakui sebagai cara penting untuk mewujudkan kebebasan pribadi .
            tetapi kelemahanya yg utama adalah mereka kurang memperhatikan kaum miskin dan orangyg kurang beruntung didalam masyarakat berindustri  kalau bisa dikatakan secara ekstrem yaitu miskin sama dengan mlas dengan anggapan apabila bekerja keras maka akan maju

Ø  sosialisme
            Kekuatan sosialisme adalah mereka menemukan dimensi transindividualisme dari milik .milik selalu mempunyai suatu fungsi social dan tidak boleh dibatasi pada kepentingan pribadi aja .
            Kelemahan nya adalah ekonomi yang direncanakan dengan ketat dari atas ternyata tidak berhasil .perusahaan perusahaan yg dikelola oleh Negara ditandai dengan inefisiensi
menuju perdamaian
            liberalism dan sosialisme dapat dilihat sebagai dua ideology antagonis yg berjuang merebut hegemoni dipanggung politik ekonomi selama kurang lebih setengah abad pada saat sekarang tampaknya dua ideology  ini tampaknya mencapai titik perdamaian walaupun belum terlihat suatu sintetis yg jelas , keseimbangan dua ideology ini rupanya sudah tercipta dengan memanfaatkan kelebihan kelebihan masing masing dan mengesampingkan kelemahanya ,pada saat ini kita menyaksikan suatu situasi paradoksal  dimana dua ideology ini secara bersamaan berhasil  dan serentak pula berhasil
            etika pasar bebas
            david Gauthier mengungkapkan pasar sempurna tidak membutuhkna moralitas dmana pasar sempurna yg dimaksudkan adalah pasar dimana kompetisi berjalan sempurna dalam situasi itu tidak dibutuhkna ditegakanya rambu rambu moral karena kepentinga kepentinga pribadi  secara sempurna sesuai dengan kepentingan social masyarakat . yang pada kenyataanya situasi diatas tidak mungkin terjadi
            pentingnya etika dalam semua ini terutama tampak dari dua segi . pertama dari segi keadilan social supaya semua peserta di pasar diberikan kesempatan yang sama
            ke dua yaitu sebagai jaminan bahwa kompetisi berjalan dengan baik dari sudut moral


keuntungan sebagai tujuan perusahaan
            keuntungan termasuk definisi bisnis , bisnis sering dilukiskan sebagai “to provide product or service for a profit” menyediakan suatu barang atau jasa secara percuma bukanlah bisnis itu sebabnya bisnis selalu berbeda dengan karya amal menawarkan sesuatu secara percuma masih bisa dikatakan bisnis apabila dalam masa promosi .tidak bisa dikatakan juga bahwa setiap kegiatan ekonomis menghasilkan keuntungan . keuntungan baru muncul dalam kegiatan ekonomi yg memakai sistem keuangan .
·         maksimalisasi keuntungan sebagai cita cita liberalisme
            profit maximization atau maksimalisasi keuntungan merupakan tema penting dalam ilmu manajemen ekonomi .metode kuantitatif yang dipakai manajemen ekonomi mengandaikan keuntungan sebagai tujuan perusahaan .
            kalau maksimalisasi keuntungan merupakan satu satunya tujuan perusahaan dengan sendirinya akan muncul keadaan tidak etis . sekurang kurangya karena alas an itu karyawan diperalat begitu saja ,
            tentu saja para ekonom  akan menjelaskan bahwa maksimalisasi keuntungan sebagai tujuan perusahaan tidak boleh dimengerti secara harfiah dan juga tidak ditafsirkan sebagai pernyataan moral .maksimalisasi keuntungan hanya sebagai sekedar model ekonomis yang bisa berhasil . salah besar apabila orang mengukurnya secara etika .penjelasan protes ini bisa dimaklumi

·         masalah pekerja anak
            tidak bisa diragukan lagi pekerjaan yang dikukan oleh aanak merupakan topic dengan banyak implikasi etis. Tetapi masalah ini juga sangat komplik karena faktor faktor ekonomis disini dengn aneka macam cara bercampur baur dengan faktor faktor budaya dan social . untuk bisa membetuk penilaian etia atas masalah ini pertama tama harus jelas apa yg dimaksud denganya yang dimaksud disini adalah pekerjaan yg dilakukan oleh anak dibawah umur demi pembayaran uang demi mambantu keluarganya
            seorang anak harus bisa bermain tidak pantas ia bekerja pekerjaan adalah wilayah orang dewasa . alas an lainya adalah mempekerjakan anak adalah cara berbisnis yang tidak fair sebab dengan cara itu pebisnis berusaha menekan biaya produksi

            tidak bisa disangkal pertimbangan etis mau tidak mau membatasi peranan keuntungan dalam bisnis kalau perolehan untung dimutlakan dan segi moral dikesampingkan.manajemen modern sering disifatkan dengan modern by objektif. Manajemen yg ingin berhasil harus menentukan dengan jelas tujuan yang ingin dicapai dan dalam manajemen ekonomi salah satu unsur yg penting adalah cost benefit analisys . hasil yg dicapai harus melbihi biaya yang dikeluarkan

beberapa cara untuk melukiskan perlunya relativisme keuntungan adalah sebagai berikut
Ø  keuntungan merupakan tolak ukur untuk menilai kesehatan perusahaann atau efisiensi manajemen dalam perusahaan
Ø  keuntungan adalah pertanda yang menunjukan bahwa produk atau jassanya dihargai oleh masyarakat
Ø  keuntugan adalah cambuk bagi meningkatkan usaha
Ø  keuntungan merupakan syarat kelangsungan perusahaan
Ø  keuntungan mengimbangi resiko dalam usaha

·         manfaat bagi stakeholders
            suatu cara lain untuk mendekati tujuan perusahaan adalah melukiskan tujuan itu sebagai the stakeholders benefit .kadang stakeholders dibagi lagi atas iinternal dan eksternal . paham ini membka perspektif baru untuk mendekati masalah tujuan perusahaan kita bisa mengatakan bahwa tujuan perusahaan adalah manfaat semua stakeholders
Powered by Blogger.