Pengertian Pemasaran

4:36:00 AM


 Pengertian Pemasaran
Definisi pemasaran yang dikemukakan oleh Keegan, dkk (1995,4) adalah sebagai berikut :
“Marketing is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods, and services to create exchanges that will satisfy individual and organizational objectives”.

Sedangkan menurut Evans dan Berman (1994,11) definisi pemasaran adalah sebagai berikut :
“Marketing is the performance of business activities that direct the flow of goods and services from producer to consumer or user”.

Definisi pemasaran yang lain dikemukakan oleh Kottler yang dialihbahasakan oleh Imam Nurwaman (1997,3) yaitu sebagai berikut:

“Pemasaran adalah sebuah proses sosial dan manajerial, yang dengannya individu-individu dan kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan, dengan menciptakan dan saling menukarkan produk-produk dan nilai satu sama lain.”

Untuk menjelaskan definisi ini maka akan dibahas mengenai istilah-istilah berikut ini :
1.      Kebutuhan, kebutuhan manusia adalah suatu keadaan yang dirasakan oleh seseorang dan ada dalam diri seseorang.
2.      Keinginan, keinginan manusia merupakan kebutuhan yang dibentuk oleh kultur dan kepribadian individu.
3.      Permintaan, manusia memiliki keinginan yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang tersedia terbatas. Mereka mamilih produk yang menghasilkan kepuasan tertinggi untuk uang mereka. Keinginan mereka menjadi permintaan bila didukung oleh daya beli.
4.      Produk, segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan dan tidak terbatas hanya pada objek fisik. Istilah produk dapat juga diganti menjadi pemuas sumber daya dan tawaran.
5.      Pertukaran, suatu tindakan untuk memperoleh suatu objek yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Dalam pemasaran, konsep pertukaran mempunyai beberapa syarat yang harus dipenuhi. Sedikitnya ada dua pihak dan masing-masing pihak harus mempunyai sesuatu yang bernilai bagi pihak lainnya. Masing-masing pihak harus mau melakukan pertukaran dengan pihak lainnya, masing-masing pihak harus bebas menerima atau menolak tawaran pihak lainnya, dan masing-masing pihak harus mampu berkomunikasi.
6.      Transaksi, adalah perdagangan nilai antara dua pihak. Transaksi melibatkan sedikitnya dua barang yang bernilai, syarat-syarat disepakati, waktu kesepakatan, dan tempat kesepakatan.
7.      Pasar, merupakan himpunan para pedagang yang memiliki barang untuk dijual dan para pembeli yang memerlukan barang. Yang menjadi dasar adalah pertukaran terpusat dimana muncul pihak baru yang disebut pedagang dan berlokasi di sebuah daerah yang disebut pasar.
Dari pengertian-pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pemasaran merupakan kegiatan perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan selera masyarakat sebagai konsumennya serta menyampaikan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan kepada masyarakat.

Pemasaran

4:36:00 AM


    Pemasaran
Kegiatan pemasaran dilakukan dengan tujuan agar produk mampu bersaing di pasaran sehingga volume penjualan meningkat. Kegiatan pemasaran tidak lagi ditujukan hanya untuk memenuhi kebutuhan yang ada namun juga untuk menciptakan permintaan yang baru bagi produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan sehingga perhatian perusahaan tidak lagi terbatas pada memproduksi barang saja tetapi juga harus memperhatikan kepuasan pelanggan sebagai hal yang penting.

Fungsi Controller

6:46:00 AM


Fungsi Controller
Dari pengertian Controller di atas, jelas terlihat bahwa Controller memegang bermacam-macam fungsi dalam perusahaan. Fungsi Controller terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Bahkan sampai saat ini perkembangan itu masih terus berlanjut sehingga terdapat banyak definisi yang luas mengenai fungsi Controller. Fungsi perencanaan dan pengendalian merupakan fungsi utama Controller yang dijelaskan oleh Horngren (1993,13) sebagai berikut :
“The Controller is a key executive who aids managerial planning and control throughout the company’s subdivisions.”
Fungsi-fungsi dasar “Controllership” menurut Wilson dan Campbell yang dialihbahasakan oleh Tjintjin Fenix Tjendera (1996,12) adalah sebagai berikut :
“1.   Fungsi Perencanaan
2.      Fungsi Pengendalian
3.      Fungsi Pelaporan
4.      Fungsi Akuntansi
5.      Tanggung Jawab lainnya”

Fungsi-fungsi dasar tersebut di atas dijelaskan sebagai berikut:
1.      Fungsi Perencanaan
Menetapkan dan memelihara suatu rencana operasi yang terintegrasi sejalan dengan sasaran dan tujuan perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, menganalisis, merevisi, (bila perlu), mengkomunikasikan kepada semua tingkat manajemen, serta menggunakan sistem-sistem dan prosedur yang cocok
2.      Fungsi Pengendalian
Mengembangkan dan merevisi norma-norma (standar) yang memuaskan sebagai ukuran pelaksanaan dan menyediakan pedoman serta bantuan kepada para anggota manajemen yang lain dalam menjamin adanya penyesuaian hasil pelaksanaan sebenarnya terhadap norma atau standar

3.      Fungsi Pelaporan
Fungsi pelaporan berhubungan erat dengan fungsi perencanaan dan fungsi pengendalian Dalam fungsi pelaporan, Controller menyusun, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil-hasil keuangan untuk digunakan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan, mengevaluasi data dalam hubungannya dengan tujuan satuan organisasinya, menyiapkan, dan menyampaikan, berkas-berkas laporan ekstern yang diperluan untuk memenuhi permintaan instansi pemerintah, para pemegang saham, institusi keuangan, para pelanggan, dan masyarakat umum.
4.      Fungsi Akuntansi
Mendesain, menetapkan, dan memelihara sistem Akuntansi Keuangan dan biaya pada semua jenjang perusahaan, termasuk untuk perusahaan secara menyeluruh, per divisi, per pabrik, dan per satuan untuk dapat mencatat secara wajar semua transaksi, keuangan dalam pembukuan agar sesuai dengan prinsip-prinsip Akuntansi yang sehat disertai dengan pengendalian intern yang memadai.
5.      Tanggung Jawab lainnya
Mengelola dan mengawasi fungsi-fungsi, misalnya, fungsi perpajakan, termasuk saling berhadapan, dengan instansi pajak; memelihara hubungan yang sesuai, dengan auditor intern dan auditor ekstern; mengadakan dan menata program-program asuransi; mengembangkan program penyiapan catatan; membentuk program mengenai hubungan dengan para investor dan dengan masyarakat umum; serta mengarahkan fungsi-fungsi lain yang telah dilimpahkan.

Manfaat Analisis Biaya Pemasaran

9:29:00 AM


Manfaat Analisis Biaya Pemasaran
Manfaat analisis biaya pemasaran, seperti yang dikemukakan oleh Wilson dan Campbell (1996,294), adalah sebagai berikut :
1.      Penentuan besarnya biaya
Dengan dilakukannya analisis biaya pemasaran maka besarnya biaya untuk tiap fungsi pemasaran akan lebih adil dan teliti.
2.      Pengendalian biaya pemasaran
Dengan dilakukannya analisis biaya pemasaran, biaya-biaya pemasaran yang dikeluarkan dapat didistribusikan pada setiap fungsi pemasaran, sehingga pengendalian atas biaya-biaya tersebut lebih mudah dilakukan dan juga setiap pusat laba dapat dianalisis kemampuannya dalam menghasilkan laba.
3.      Perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran
Dengan dilakukannya analisis biaya pemasaran maka dapat diperoleh informasi yang diperlukan oleh bagian pemasaran untuk merencanakan dan mengarahkan usaha atau kegiatan pemasaran

Langkah-langkah Pengendalian Biaya Pemasaran

5:57:00 AM


   Langkah-langkah Pengendalian Biaya Pemasaran
Wilson dan Campbell (1996,8) memberikan rerangka dasar pengendalian secara umum sebagai berikut :
“1.  Penetapan Standar
2.      Pengukuran Pelaksanaan
3.      Evaluasi Penyimpangan
4.      Rekomendasi Perbaikan
5.      Follow Up”

Berdasarkan rerangka dasar pengendalian tersebut diatas, maka langkah-langkah dalam pengendalian biaya pemasaran yang dikemukakan oleh Supriyono (1992,201), adalah sebagai berikut :
1.      Menyusun anggaran biaya pemasaran sebagai standar perbandingan. Dalam menyusun anggaran biaya pemasaran, biaya-biaya didistribusikan secara fungsional. Selain itu juga, dalam menyusun anggaran biaya pemasaran perlu memperhatikan besarnya anggaran penjualan yang diharapkan akan dicapai oleh perusahaan;
2.      Mengumpulkan dan mencatat biaya-biaya pemasaran yang sebenarnya terjadi dan membandingkannya dengan anggaran biaya pemasaran yang telah ditetapkan sebagai standar perbandingan;
3.      Mencari dan mengevaluasi sebab-sebab terjadinya penyimpangan atau perbedaan antara biaya pemasaran yang sebenarnya dengan biaya pemasaran yang dianggarkan (dalam rupiah maupun dalam persentase)
4.      Memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk memperbaiki penyimpangan-penyimpangan yang terjadi
5.      Menindaklanjuti dengan senantiasa berrkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Powered by Blogger.