Pengertian Aset Tetap

4:51:00 AM


Pengertian Aset Tetap
Banyak pakar-pakar akuntansi yang membuat definisi mereka sendiri mengenai pengertian aset tetap. Akan tetapi pada dasarnya sama, hanya saja cara penyampaiannya yang berbeda-beda.
Di dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16 tahun 2007 paragraf  ke 6, dinyatakan bahwa :
Aset tetap adalah aset berwujud yang:
a.   dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan
b.   diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode. (PSAK 2007:16)

Soemarso S.R (2005:20) dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Suatu Pengantar”, menuliskan secara berpoin mengenai aset tetap, yaitu aset berwujud yang:
1.   Masa manfaatnya lebih dari 1 tahun.
2.   Digunakan dalam kegiatan perusahaan.
3.   Dimiliki tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan.
4.   Nilainya cukup besar.    

Pengelompokan Aset Tetap

6:36:00 AM


Pengelompokan Aset Tetap
Menurut Soemarso S.R dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Suatu Pengantar”, harta yang berwujud yang digunakan dalam operasi perusahaan secara permanen dan tidak diperdagangkan. Misalkan tanah, gedung, dan peralatan. Adapun pengelompokan aset tetap untuk tujuan akuntansi adalah :
a.   Aset tetap yang umurnya tak terbatas; tanah untuk letak perusahaan, pertanian, dan peternakan tidak dilakukan penyusutan terhadap harga perolehannya.
b.   Aset tetap yang umurnya terbatas dan apabila habis masa penggunaannya bisa diganti dengan aktiva sejenis. Contoh: mesin, dan peralatan. Aset tersebut dilakukan penyusutan terhadap harga perolehannya.
c.   Aset yang umurnya terbatas dan apabila habis masa penggunaannya tidak dapat diganti dengan aset sejenis. Contoh: sumber-sumber alam, seperti tambang. Terhadap aset tersebut dilakukan deplesi.

Pengertian Penyusutan

6:36:00 AM


Pengertian Penyusutan
Sebagaimana yang diatur dalam PSAK No 16 tahun 2007 paragraf ke 6, yang dimaksud dengan Penyusutan adalah alokasi jumlah suatu aset yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. (PSAK 2007:16)
Bagi para akuntan, penyusutan bukan merupakan masalah penilaian tetapi merupakan alat untuk alokasi biaya. Aset tidak disusutkan berdasarkan penurunan nilai pasar wajarnya, tetapi berdasarkan pembebanan sistematis terhadap beban. Menurut Kieso di dalam bukunya “Intermediate Accounting” dituliskan bahwa:
“Penyusutan (depreciation) didefinisikan sebagai proses akuntansi dalam mengalokasikan biaya aset berwujud ke beban dengan cara yang sistematis dan rasional selama periode yang diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aset tersebut.” (Kieso, Weigandt and Warfield; 2005:520)




Sedangkan pengertian penyusutan menurut Soemarso S.R dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Suatu Pengantar”, dinyatakan bahwa Penyusutan adalah pembebanan biaya yang disebabkan pemakaian aset tetap. (Soemarso, 2005:24)

Metode Penyusutan Aset Tetap

4:50:00 AM


Metode Penyusutan Aset Tetap
Ada tiga faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jumlah beban penyusutan yang diakui setiap periode. Tiga faktor itu adalah:
·    Harga perolehan / biaya awal aset tetap
Jumlah kas yang dibayarkan dan diberikan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aset tersebut dalam kondisi tepat yang siap untuk dipergunakan.
·    Nilai sisa / nilai residu
Jumlah neto yang diharapkan dapat diperoleh pada akhir masa manfaat suatu aset setelah dikurangi taksiran biaya pelepasan.
·    Masa manfaat / umur ekonomis
Periode suatu aset diharapkan digunakan oleh perusahaan atau jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan diperoleh dari aset perusahaan.






Menurut PSAK No. 16 tahun 2007, penyusutan dapat dilakukan dengan berbagai metode yang dapat dikelompokan sebagai berikut :
1.   Dasar waktu
a.   Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
b.   Metode Pembebanan Menurun
·    Metode jumlah angka tahun (sum of the year digit method)
·    Metode saldo menurun / saldo menurun ganda (declining / double declining balance method)
2.   Dasar pengunaan
a.   Metode Jam Jasa (service hour method)
b.   Metode Unit Produksi (productive output method)
3.   Dasar kriteria lainnya
a.   Metode Berdasarkan Jenis dan Kelompok (group and composite method)
b.   Metode Anuitas (annuity method)
c.   Sistem Persediaan (inventory system)

Tinjauan Aset Tetap Menurut Akuntansi

4:53:00 AM


Tinjauan Aset Tetap Menurut Akuntansi
Setiap perusahaan menggunakan berbagai macam aset tetap, seperti peralatan, perabotan, alat-alat, mesin-mesin, bangunan, dan tanah. Aset tetap (fixed assets) merupakan aset jangka panjang atau aset yang relatif permanent. Mereka merupakan aset berwujud (tangible assets) karena terlihat secara fisik. Aset tersebut dimiliki dan digunakan oleh perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai bagian dari operasi normal.
Di dalam perusahaan, aset tetap bisa menempati bagian yang sangat signifikan pada total aset perusahaan secara keseluruhan. Peranan aset tetap ini sangatlah besar dalam perusahaan baik ditinjau dari segi fungsinya, dari segi jumlah dana yang diinvestasikan, dari segi pengolahannya yang melibatkan banyak orang, maupun dari segi pengawasannya yang agak rumit. Nama-nama deskriptif lain bagi aset-aset ini adalah aset pabrik (plant assets), atau properti, pabrik, dan peralatan (property, plant, and equipment).
Powered by Blogger.