Fungsi – Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia



   Fungsi – Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Sesuai dengan definisi manajemen sumber daya manusia yang telah dirumuskan diatas, maka kegiatan – kegiatan pengelolaan sumber daya manusia didalam suatu organisasi dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa fungsi.
Setiap perusahaan dalam menjalankan proses manajemen pada suatu kerangka organisasi perlu mengimplementasikan fungsi – fungsi manajemen sumber daya manusia dengan baik. Fungsi – fungsi dasar manajemen tersebut harus dilaksanakan dan dijalankan oleh setiap manajer yang menduduki posisi manajerial dan sekaligus menjalankan pula fungsi operasionalnya.
Seperti yang dikemukakan oleh Edwin B. Flippo (1995 : 4) bahwa :
“……we are dealing with two categories of function, managerial and operative”.
1.      Management Function
a.      Planning
b.      Organizing
c.       Directing
d.      Controlling
2.      Operative Function
a.      Procurement
b.      Development
c.       Compensation
d.      Integration
e.       Maintenance
f.        Separation

Yang diartikan oleh M. Mas’ud sebagai berikut :
“……Kita berhubungan dengan dua kategori fungsi, yakni fungsi manajerial dan fungsi operasional”.
1.      Fungsi – fungsi manajemen
a.       Perencanaan (Planning)
b.      Pengorganisasian (Organizing)
c.       Pengarahan (Directing)
d.      Pengendalian (Controlling)
2.      Fungsi – fungsi operasional
a.       Pengadaan tenaga kerja (Procurement)
b.      Pengembangan (Development)
c.       Kompensasi (Compensation)
d.      Integrasi (Integration)
e.       Pemeliharaan (Maintenance)
f.       Pemutusan hubungan kerja (Separation)

Lebih lanjut penulis akan membahas dan menjelaskan definisi menengenai dua fungsi manajemen personalia, yaitu fungsi manajerial dan fungsi operasional.
Fungsi – fungsi manajerial penulis diuraikan sebagai berikut :
1.      Perencanaan (Planning)
Perencanaan (human resources planning) adalah merencanakan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuha perusahaan agar efektif dan efisien dalam membantu terwujudnya tujuan.
2.      Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah kegiatan untuk mengorganisasikan semua karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi dan koordinasi dalam bagan organisasi. Organisasi hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dengan organisasi yang baik akan membantu terwujudnya tujuan secara efektif.
3.      Pengarahan
Pengarahan (directing) adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan, agar mau bekerja sama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Pengarahan dilakukan oleh pemimpin dengan kepemimipinannya, memerintah bawahan agar mengerjakan semua tugasnya dengan baik.
4.      Pengendalian
Pengendalian (controlling) adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan agar mentaati peraturan – peraturan perusahaan dan bekerja sesuia dengan rencana. Bila terdapat penyimpangan atau kesalahan, diadakan tindakan perbaikan dan atau penyempurnaan rencana. Pengendalian karyawan ini meliputi kehadiran, kedisiplinan, perilaku, kerjasama, pelaksanaan pekerjaan dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan.

Sedangkan fungsi – fungsi operasional dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Pengadaan Tenaga Kerja
Pengadaan (Procurement) adalah proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pengadaan yang baik  akan membantu tercapainya tujuan.
2.      Pengembangan
Pengembangan (Development) adalah proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis, konseptua dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan latihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
3.      Kompensasi
Kompensasi (Compensation) adalah pemberian balas jasa langsung (Direct) dan tidak langsung (Indirect) berupa uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikannya kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak. Adil diartikan sesuai dengan prestasi kerjanya, layak diartikan dapat memenuhi kebutuhan primernya serta berpedoman kepada batas upah minimum pemerintah.
4.      Integrasi
Integrasi (Integration) adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar terciptanya kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan. Perusahaan memperoleh laba, karyawan dapat memenuhi kebutuhan dari hasil pekerjaannya. Pengintegrasian merupakan hal yang sulit dalam manajemen sumber daya manusia, karena mempersatukan dua kepentingan yang bertolak belakang.
5.      Pemeliharaan
Pemeliharaan (Maintenance) adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan, agar mereka mau bekerja sama sampai pensiun. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan program kesejahteraan yang berdasarkan kebutuhan sebagian besar karyawan serta berpedoman kepada internal dan eksternal konsistensi.
6.      Pemberhentian
Pemberhentian (Separation) adalah putusannya hubungan kerja seseorang dari perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir, pensiun dan sebab – sebab lainnya.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi di dalam menjalankan proses – proses manajemen pada suatu kerangka sistem organisasi tergantung pada manajer sumber daya manusia yang dapat mengimplementasikan, menjalankan serta mengarahkan fungsi – fungsi dasar manajemen dan fungsi – fungsi operasional sebagaimana mestinya  pada berbagai tingkatan organisasi. Karena  hubungan antara fungsi – fungsi manajemen yang satu dengan yang lainnya adalah saling berkaitan dengan kata lain saling mempengaruhi, sehingga disatu pihak kebutuhan dan keputusan pegawai dapat dipenuhi dan dilain pihak tujuan, sasaran perusahaan, karyawan dan masyarakat dapat  tercapai secara efektif dan efisien.

No comments

Powered by Blogger.